OUR VIEWS
-
Salahkan pada Yunani ...
-
Antara Eropa membandel dan JP Morgan ...
-
Antara Pembatasan BBM batal , inflasi April dan Regional.... ...
NEWS
-
JAKARTA. PT Pertamina (Persero) meminta pemerintah memberikan kepastian soal ...
-
NEW YORK. Indeks Standard & Poor 500 menguat ke level tertinggi hampir empat ...
-
JAKARTA. Setelah tertunda lebih dari satu bulan, Kementerian Perumahan Rakyat ...
News
Konsorsium WIKA raih proyek PLTG senilai Rp 925 M
AKARTA. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) yang tergabung dalam konsorsium bersama PT
Mega Eltra dan PT Navigat, ditunjuk sebagai pelaksana pekerjaan pembangunan
Pembangkit Listrik Tenaga Gas Kaltim (Peaking) 2x(50-60) MW milik PT PLN.
Penetapan tersebut berdasarkan surat keputusan Kementerian Energi dan Sumber
Daya Mineral Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Unit Induk Pembangunan
Pembangkit dan Jaringan Kalimantan No. 01. K/PJ/121/APBN/UIP KITRINGKAL/2O12
tanggal 7 Februari 2012.Dalam keterangan tertulis Perseroan yang dirilis Kamis
(9/2), disebutkan nilai kontrak proyek tersebut sebesar Rp 925,438 miliar. Dalam
konsorsium proyek EPC ini, WIKA mendapat porsi 46% dari total perolehan kontak.
Artinya perusahaan pelat merah ini akan memiliki porsi senilai Rp 425,701
miliar. Sisanya masing-masing 39% dan 15% dimiliki oleh PT Mega Eltra dan PT
Navigat. Proyek yang pendanaannya berasal dari APBN ini akan dibangun di Desa
Tanjung Batu, Kabupaten Kutai Kartanegara provinsi Kalimantan Timur selama 18
bulan terhitung awal Maret 2012. Proyek ini diperkirakan mulai beroperasi untuk
unit 1 pada Juni 2013. "Dan unit 2 akan mulai berproduksi pada Agustus 2013
dengan masa pemeliharaan 365 hari," kata Sektretaris Perusahaan WIKA, Natal
Argawan dalam rilisnya.Nantinya, WIKA akan mengerjakan pekerjaan konstruksi
pembangkit termasuk didalamnya Gas Turbine Generator, Stack and Silencer,
Balance of Plant, Fuel system, Water Treatment Plant, Waste Water Treatment
Plant, Power Transformer, Substation 150 kV, LV and MV Panel, dan peralatan
pendukung lainnya. Sedangkan Navigat dan Mega Eltra akan bertindak sebagai
supervisor dan pengadaan mesin. Setelah beroperasi, Proyek ini nantinya akan
menghasilkan listrik 140 MW dengan bahan bakar gas (High Speed Diesel), yang
akan disuplai oleh PT PLN dan diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan energi di
Pulau Kalimantan, khususnya provinsi Kalimantan Timur. Targetkan kontrak Rp
32,09 triliunSementara itu, untuk tahun ini, WIKA menargetkan akan memperoleh
total kontrak dihadapi sebesar Rp 32,09 triliun. Angka tersebut naik 20,68% dari
pencapaian WIKA tahun lalu yang sebesar 26,59 triliun. Perolehan kontrak
dihadapi ini termasuk carry over dari tahun 2011 sebesar Rp 15,57 triliun, dan
kontrak baru di 2012 senilai Rp 16,52 triliun.Perolehan kontrak baru WIKA untuk
tahun 2012 diproyeksikan akan tetap didominasi oleh WIKA Induk yaitu sebesar Rp
11,39 triliun atau 68,95% dari total kontrak baru WIKA. Sementara, target laba
bersih di 2012 ditetapkan Rp 430, 68 miliar, atau naik 23 % dari rencana laba
bersih 2011 senilai Rp 350 miliar.
Mega Eltra dan PT Navigat, ditunjuk sebagai pelaksana pekerjaan pembangunan
Pembangkit Listrik Tenaga Gas Kaltim (Peaking) 2x(50-60) MW milik PT PLN.
Penetapan tersebut berdasarkan surat keputusan Kementerian Energi dan Sumber
Daya Mineral Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Unit Induk Pembangunan
Pembangkit dan Jaringan Kalimantan No. 01. K/PJ/121/APBN/UIP KITRINGKAL/2O12
tanggal 7 Februari 2012.Dalam keterangan tertulis Perseroan yang dirilis Kamis
(9/2), disebutkan nilai kontrak proyek tersebut sebesar Rp 925,438 miliar. Dalam
konsorsium proyek EPC ini, WIKA mendapat porsi 46% dari total perolehan kontak.
Artinya perusahaan pelat merah ini akan memiliki porsi senilai Rp 425,701
miliar. Sisanya masing-masing 39% dan 15% dimiliki oleh PT Mega Eltra dan PT
Navigat. Proyek yang pendanaannya berasal dari APBN ini akan dibangun di Desa
Tanjung Batu, Kabupaten Kutai Kartanegara provinsi Kalimantan Timur selama 18
bulan terhitung awal Maret 2012. Proyek ini diperkirakan mulai beroperasi untuk
unit 1 pada Juni 2013. "Dan unit 2 akan mulai berproduksi pada Agustus 2013
dengan masa pemeliharaan 365 hari," kata Sektretaris Perusahaan WIKA, Natal
Argawan dalam rilisnya.Nantinya, WIKA akan mengerjakan pekerjaan konstruksi
pembangkit termasuk didalamnya Gas Turbine Generator, Stack and Silencer,
Balance of Plant, Fuel system, Water Treatment Plant, Waste Water Treatment
Plant, Power Transformer, Substation 150 kV, LV and MV Panel, dan peralatan
pendukung lainnya. Sedangkan Navigat dan Mega Eltra akan bertindak sebagai
supervisor dan pengadaan mesin. Setelah beroperasi, Proyek ini nantinya akan
menghasilkan listrik 140 MW dengan bahan bakar gas (High Speed Diesel), yang
akan disuplai oleh PT PLN dan diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan energi di
Pulau Kalimantan, khususnya provinsi Kalimantan Timur. Targetkan kontrak Rp
32,09 triliunSementara itu, untuk tahun ini, WIKA menargetkan akan memperoleh
total kontrak dihadapi sebesar Rp 32,09 triliun. Angka tersebut naik 20,68% dari
pencapaian WIKA tahun lalu yang sebesar 26,59 triliun. Perolehan kontrak
dihadapi ini termasuk carry over dari tahun 2011 sebesar Rp 15,57 triliun, dan
kontrak baru di 2012 senilai Rp 16,52 triliun.Perolehan kontrak baru WIKA untuk
tahun 2012 diproyeksikan akan tetap didominasi oleh WIKA Induk yaitu sebesar Rp
11,39 triliun atau 68,95% dari total kontrak baru WIKA. Sementara, target laba
bersih di 2012 ditetapkan Rp 430, 68 miliar, atau naik 23 % dari rencana laba
bersih 2011 senilai Rp 350 miliar.

