OUR VIEWS
-
Salahkan pada Yunani ...
-
Antara Eropa membandel dan JP Morgan ...
-
Antara Pembatasan BBM batal , inflasi April dan Regional.... ...
NEWS
-
JAKARTA. PT Pertamina (Persero) meminta pemerintah memberikan kepastian soal ...
-
NEW YORK. Indeks Standard & Poor 500 menguat ke level tertinggi hampir empat ...
-
JAKARTA. Setelah tertunda lebih dari satu bulan, Kementerian Perumahan Rakyat ...
2012 Strategy (20-12-2011): "Stop waiting start buying for IHSG 4500 August 2012"
Ini beberapa alasan untuk IHSG menuju 4.500 di Agustus 2012
•Proyeksi pertumbuhan laba emitten 16%, GDP 5.5%, inflasi 5% unuk 2012 serta suku bunga BI rate di range 6-7%, masih dapat mendukung target IHSG 12 bulan kedepan di 5.000 (PER 14-16
2012F), dimana secara prateknya di tengah tahun pasar akan begerak untuk mendiskon angka tersebut.
•Sektor consumer, property dan perbankan yang akan terkena imbas positif dari kuatnya ekonomi dan kondisi suku bunga kondusif akan kembali over-perform index di 2012.
Perlu di dilihat bawah untuk selama 2011 di tengah pelemahan rupiah 6% (8,400 ke 9,200), inflasi (4.5%) masih bisa dibawah atau setara GDP (5.5-6%) merupakan suatu achievement menarik
BBNI)
•Khusus property, mengalami revaulasi asset boom dari economic recovery sehingga net profit margin naik signifikan (ASRI, BKSL).
•Emitten di sektor mining, batubara dan plantation kebanyakan miss forecast analis dimana margin dirasa kurang stabil walaupun harga komoditas cenderung naik (masalah produksi dan cuaca buruk tidak dapat offset cost?)
Pilihan saham per sektor dengan price target 6-bulan kedepan:
- Astra International (ASII): Target fundamental
6-bulan Rp.84.000, 15x PER 2012F, ROE
2012F 30%, pertumbuhan EPS/CAGR 3-tahun kedepan di 18%. - Alat investasi utama (proxy) dengan market cap terbesar di IHSG untuk mengikuti tema economic recovery, dengan neraca solid, credit rating
tinggi, serta good corporate
governance. - United Tractors (UNTR): Target fundamental
6-bulan Rp.29.500 17x PER 2012F, ROE
2012F 28%, pertumbuhan EPS/CAGR 3-tahun kedepan di 17%. - Alat investasi utama (proxy) dengan
market cap terbesar di IHSG untuk mengikuti tema economic recovery, dengan neraca solid, credit
rating tinggi, serta good corporate
governance. - Bank Mandiri (BMRI): Target fundamental
6-bulan Rp.10.500 11x PER 2012F, ROE
2012F 23%, pertumbuhan EPS/CAGR 3-tahun kedepan di 29%. - Emitten perbankan BUMN dengan mix loan portofolio di corporate dan retail, sangat diuntungkan dari stabilnya rupiah yang membuat funding dana murah.
- Alam Sutera (ASRI): Target fundamental
6-bulan Rp.700, 9x PER 2012F, NPM 2012 31%, ROE
2012F 20%, pertumbuhan EPS/CAGR 3-tahun kedepan di 38%. - Emitten property spesialis kavling residental dengan proyeksi net asset value 2012
(NAVS) per saham di Rp.880.

